PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERKEMBANGAN
E-BANKING
DALAM DUNIA BISNIS
Vera Munfarijah
Jurusan Teknik
Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma
ABSTRAK
Peran
teknologi dalam dunia perbankan sangatlah mutlak, dimana kemajuan suatu sistem
perbankan sudah barang tentu ditopang oleh peran teknologi informasi. Semakin
berkembang dan kompleksnya fasilitas yang diterapkan perbankan untuk memudahkan
pelayanan, itu berarti semakin beragam dan kompleks adopsi teknologi yang dimiliki
oleh suatu bank. Tidak dapat dipungkiri, dalam setiap bidang termasuk perbankan
penerapan teknologi bertujuan selain untuk memudahkan operasional intern
perusahaan, juga bertujuan untuk semakin memudahkan pelayanan terhadap
customers. Apalagi untuk saat ini, khususnya dalam dunia perbankan hampir semua
produk yang ditawarkan kepada customers serupa, sehingga persaingan yang
terjadi dalam dunia perbankan adalah bagaimana memberikan produk yang serba
mudah dan serba cepat.
Kata
Kunci: Teknologi Informasi, Perbankan,
Bisnis
PENDAHULUAN
Salah satu bank
yang paling mutakhir dengan teknologi hi-end nya adalah BCA, dimana dengan
asset teknologi mutakhir yang dimilikinya BCA mampu menjadi leader dalam hal
pelayanan e-banking. Dengan jumlah ATM terbesar yang dimilikinya, fasilitas
internet banking,dll. Padahal ukuran kecanggihan sebuah teknologi perbankan
tidak hanya dilihat dari coverage ATM-nya semata, tapi seharusnya dilihat pada
data centernya, khususnya di aplikasi core bankingnya.
Memang kendala yang
dihadapi oleh dunia perbankan adalah kompleks dan mahalnya teknologi informasi,
karena sebagian besar teknologi ini masih disuplay oleh vendor-vendor luar
negeri. Tetapi kita lihat sekarang, banyak vendor – vendor pribumi yang berani
bersaing dalam teknologi informasi ini. Jadi kenapa kita tidak memakai
vendor-vendor pribumi untuk menanamkan teknologi informasi tersebut dalam dunia
perbankan. Hal ini manjadi tuntutan bagi perbankan karena mau tidak mau suatu
korporasi yang mempunyai ruang lingkup kerja yang luas ditambah dengan
operasional-operasional yang sangat banyak harus ditunjang dengan suatu
teknologi untuk memudahkan, mengefisienkan dan mengefektifkan kinerja tersebut.
Apalagi dalam dunia perbankan dibutuhkan suatu informasi yang up to date bagi pihak manajemen menengah
ke atas untuk memprediksikan langkah bisnis yang akan diambil sehingga berbagai
kendala yang mungkin muncul dapat teratasi.
Sebagai contoh,
dibangunnya suatu sistem informasi Biro Kredit Nasional oleh Bank Indonesia, hal
itu dilakukan tidak lain adalah untuk mengantisipasi resiko kredit yang mungkin
muncul apabila salah seorang debitur mengajukan pinjaman di salah satu bank
padahal pinjaman di bank lain belum lunas. Hal ini dibutuhkan kesinergian dan up to date-nya informasi antar bank
sehingga hal tersebut dapat terhindarkan.
KAJIAN TEORI
Operasional yang real time antar bank juga telah menjadi
tuntutan bagi dunia perbankan, karena hal ini menjadi salah satu materi bagi
pelayanan yang berkompetisi dalam memasarkan produk perbankan. Pengiriman uang
transfer antar bank, outlet-outlet otomasi (ATM), hal ini menjadi patokan
penilaian bagi para nasabah umumnya dalam melakukan transaksi dalam segi
pelayanan. Jadi memang mau tidak mau bisnis perbankan harus ditunjang
keefisienan operasional jika ingin bersaing di dalam dunianya, dan hal ini
harus ditunjang dengan suatu sistem yang terintegrasi yang termuat dalam suatu
teknologi informasi.
Internet Banking
adalah istilah yang sering juga disebut dengan Electronic Banking atau
E-Banking. Istilah lain yang sama dengan Internet Banking adalah Virtual
Banking, Cyberbanking, Online Banking dan Home Banking.[1]
Suatu aktivitas
transaksi yang berhubungan dengan perbankan, dimana aktivitas tersebut bisa
dilakukan di kantor, rumah atau tempat-tempat lainnya dengan menggunakan
jaringan internet.
Pada dasarnya
internet banking dibuat guna memudahkan kedua belah pihak, antara nasabah dan
pihak bank. Berikut ini beberapa manfaat Internet Banking untuk para nasabah
dan pihak bank.
-
nasabah
tidak perlu lagi mengunjungi bank untuk melakukan transaksi perbankan. Dengan
demikian nasabah diuntungkan dalam hal waktu dan biaya.
-
Manfaat
lainnya bagi nasabah adalah dapat melakukan transaksi dengan cepat dimana saja
dan kapan saja asalkan terhubung ke jaringan internet.
Penerapan suatu
teknologi informasi menuntut diantaranya sumber daya manusia yang memadai. Jika
sumber daya manusia yang ada tidak menguasai teknologi tersebut hal ini menjadi
suatu pemborosan semata, karena mahalnya teknologi yang telah dibeli jika tidak
terpakai merupakan suatu hal yang sia-sia. Oleh karena itu sebelum teknologi
tersebut diterapkan, sudah seharusnyalah kita instropeksi terhadap kemampuan
korporasi, apakah cocok teknologi tersebut diterapkan, apakah sumber daya
manusianya memadai, dan apakah teknologi tersebut mempunyai features yang dapat digunakan dalam
jangka waktu yang lama. Karena penerapan suatu sistem teknologi informasi
merupakan salah satu aktivitas investasi jangka panjang bagi korporasi. Hal ini
sudah sepatutnya menjadi hal yang diperhitungkan dalam dunia perbankan, sebagai
lembaga intermediasi bagi masyarakat, sudah seharusnya perbankan menjadi
“pelayan” yang setia dengan selalu merealisasikan bentuk-bentuk pelayanan
dengan menggunakan teknologi informasi.
Namun masyarakat
sering salah kaprah. Internet banking sering dikatakan canggih karena
memungkinkan akses perbankan dari manapun. Padahal jika dilihat dari arsitektur
sistem perbankannya, E-Banking hanyalah salah satu channel dari banyak channel
untuk transaksi perbankan semisal EDC (electronic data capture) yang banyak
terdapat di merchant belanja. Ataupun mesin ATM itu sendiri
Mudahnya sebuah
sistem yang mengelola data hingga 140 juta customer base yang hanya digunakan
untuk pencatatan saja semisal KPU-Pemilu, tentunya tidak lebih canggih
dibandingkan BRI dengan 30 juta customer yang menggunakan aplikasinya untuk
menghitung kelipatan bunga dan kredit. Dan tentunya tidak berarti BRI kalah
canggih dengan aplikasi Bank Niaga yang mampu dengan akses banyak channel-nya
bila pelanggannya hanya 10juta.
Pengembangan lokasi
layanan perbankan saat ini nyaris sudah tidak mungkin, penambahan produk baru
juga tidak akan beranjak jauh dari inovasi sekitar mobile-banking dan
ekstensifikasi layanan private banking, yang semula diarahkan ke
nasabah-nasabah kelas kakap saja. Layanan financial planning yang semula sangat
terbatas, kini semakin marak dan dimungkinkan dengan terbukanya peluang untuk
memadukan produk-produk asuransi, pasar-modal dan dana-pensiun ke dalam layanan
perbankan. Teknologi yang diperlukan sifatnya menjadi sangat individual dan
tergantung pada profil dan kebutuhan masing-masing nasabah. Yang penting adalah
bahwa perkembangan saat ini menunjukkan bahwa layanan jasa-keuangan sedang
bergerak ke arah konvergensi di antara keempat jenis produk tersebut.
Lalu, bagaimana
penerapan teknologi informasi untuk kebutuhan seperti ini? Tidak mungkin
melakukan integrasi dari semua sistem aplikasi yang terkait, karena
masing-masing aplikasi hampir pasti dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan
yang berbeda. Beberapa bank tampak mengoperasikan service desk terpisah untuk
masing-masing jenis layanan jasa keuangan. Insurance desk misalnya, ada di
sudut khusus untuk jenis layanan itu. Capital market instruments relatip lebih
mudah diintegrasikan ke dalam layanan jasa perbankan, itupun kalau konfigurasi
produknya simpel-simpel saja. Pola ini primordial sifatnya dan sudah dilakukan
lebih dari 10 tahun yang lalu. Tantangannya adalah dukungan teknologi perbankan
di meja service representative yang dapat digunakan untuk memadukan semua
layanan jasa perbankan ini dan meraciknya secara individual untuk para nasabah
yang memerlukan.
USULAN
Berbagai kasus di
atas membantu menunjukkan bahwa teknologi yang diterapkan dengan baik
memberikan competitive advantage kepada sebuah bank. Setiap bank mempunyai
akses yang sama atas teknologi yang ada, namun yang mampu memanfaatkannya
dengan benar adalah mereka yang berhasil meraciknya ke dalam sebuah konfigurasi
yang fungsional dan efisien, yang diimplementasikan dengan seksama, yang mendukung
produk dan layanan yang ciamik serta dioperasikan dengan tepat-guna. Membeli
teknologi adalah kegiatan yang paling mudah dan tidak memerlukan keahlian
tinggi. Namun, semuanya kembali memerlukan perancangan, penerapan teknologi
yang baik, Good IT Governance, yang berdasarkan keseuaian target korporasi dari
perbankan itu sendiri.
HASIL EVALUASI
Teknologi
Informasi (TI) telah berperan penting bagi kehidupan manusia saat ini.
Perkembangan teknologi informasi telah mengikuti dengan berjalannya pula
perkembangan manusia. Perkembangan teknologi informasi sangat pesat dipicu oleh
kebutuhan informasi secara cepat, tepat, dan terkini. Teknologi informasi telah
menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan di mana
memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur
operasi dan manajemen organisasi.
Fungsi
penggunaannya mirip dengan mesin ATM dimana sarananya saja yang berbeda,
seorang nasabah dapat melakukan aktifitas pengecekan saldo rekening, transfer
dana antar rekening atau antar bank, hingga pembayaran tagihan-tagihan rutin
bulanan seperti: listrik, telepon, kartu kredit, dll.
Dengan
memanfaatkan e-banking banyak keuntungan yang akan diperoleh nasabah terutama
apabila dilihat dari banyaknya waktu dan tenaga yang dapat dihemat karena
e-banking jelas bebas antrian dan dapat dilakukan dari mana saja sepanjang
nasabah memiliki sarana pendukung untuk melakukan layanan e-banking tersebut.[1]
Dengan menyediakan fasilitas Internet Banking, bank terbantu
dalam hal pengurangan biaya operasional. Keuntungan lainnya adalah dengan
menyediakan fasilitas internet banking akan menggiring orang-orang untuk
menjadi nasabah bank tersebut.[2]
PENUTUP
Pengembangan
lokasi layanan perbankan saat ini nyaris sudah tidak mungkin, penambahan produk
baru juga tidak akan beranjak jauh dari inovasi sekitar mobile-banking dan
ekstensifikasi layanan private banking, yang semula diarahkan ke
nasabah-nasabah kelas kakap saja. Layanan financial planning yang semula sangat
terbatas, kini semakin marak dan dimungkinkan dengan terbukanya peluang untuk
memadukan produk-produk asuransi, pasar-modal dan dana-pensiun ke dalam layanan
perbankan. Teknologi yang diperlukan sifatnya menjadi sangat individual dan
tergantung pada profil dan kebutuhan masing-masing nasabah. Yang penting adalah
bahwa perkembangan saat ini menunjukkan bahwa layanan jasa-keuangan sedang
bergerak ke arah konvergensi di antara keempat jenis produk tersebut. Untuk itu
maka perlu adanya penambahan di bidang perbangkan untuk menajukan di sekitar
mobile-banking dan ekstenfikasi layanan prifate banking khususnya di Indonesia.
REFERENSI
[1] Berbagi Info 4u. 2015. Pemanfaatan E-banking.
diakses pada : 11
Oktober 2015
[2] Mandalamaya.com. 2014. Pengertian Internet Banking
diakses pada : 11
Oktober 2015