Emosi
adalah suatu gejolak dalam jiwa yang biasanya diluapkan atau diaplikasikan
dalam bentuk pebuatan yang tidak terkendali.
Bentuk-bentuk emosi menurut Daniel Goleman,
yaitu :
(1) Amarah adalah salah satu dari bentuk emosi
yang di dalamnya meliputi brutal, mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal
hati, terganggu, rasa pahit, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan dan
kebencian patologis.
(2) Kesedihan ialah salah satu dari bentuk
emosi yang di dalamnya meliputi pedih, sedih, muram, suram, melankolis,
mengasihani diri, kesepian, ditolak, putus asa dan depresi.
(3) Rasa takut merupakan salah satu dari
bentuk emosi yang di dalamnya meliputi cemas, takut, gugup, khawatir, waswas,
perasaan takut sekali, sedih, waspada, tidak tenang, ngeri, kecut, panik dan
fobia.
(4) Kenikmatan adalah salah satu dari bentuk
emosi yang di dalamnya meliputi bahagia, gembira, ringan puas, riang, senang,
terhibur, bangga, kenikmatan indrawi, takjub, terpesona, puas, rasa terpenuhi,
girang, senang sekali dan mania.
(5) Cinta ialah salah satu dari bentuk emosi
yang di dalamnya meliputi penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati,
rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran dan kasih sayang.
(6) Terkejut merupakan salah satu dari bentuk
emosi yang di dalamnya meliputi terkesiap, takjub dan terpana.
(7) Jengkel adalah salah satu dari bentuk emosi
yang di dalamnya meliputi hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka dan mau
muntah.
(8) Malu merupakan salah satu dari bentuk
emosi yang di dalamnya meliputi rasa bersalah, malu hati, kesal hati, menyesal,
hina, aib dan hati hancur lebur.
Cara
Mengendalikan Emosi adalah sebagai berikut:
1.
Meditasi
Meditasi memang sebuah langkah yang sangat tepat untuk
meredam emosi anda, terutama ketika sedang sangat marah atau sangat sedih.
Saat emosi anda sudah hampir mencapai batas puncak, temukanlah ruangan
yang tenang, cari posisi duduk yang nyaman, bernafaslah dengan pelan, dan fokus
pada satu titik tertentu. Pejamkan mata anda, dan mulailah untuk
bermeditasi selama 5-15 menit. Hal ini sangat berguna untuk membantu anda
mengurangi kadar emosi yang menggelegak di kepala.
2.
Jauhkan
diri anda dari situasi yang membuat anda emosional
Cara ini sebenarnya sangat logis dan masuk akal.
Ketika emosi memuncak, jauhkanlah diri anda dari sumber emosi tersebut.
Bahkan jika kondisi benar-benar mendesak, berusahalah untuk mencari waktu
barang 5 menit untuk keluar dari situasi yang menjadi sumber meningginya emosi
anda. Temukan ruang yang tenang sekedar untuk "bernafas",
tenangkan diri anda di sana sampai anda merasa lebih siap untuk menghadapi lagi
permasalahan tersebut.
3.
Berpikir
dengan logis, bukan emosional
Memang, akan sangat susah untuk berpikir secara logis saat
emosi sedang tinggi-tingginya. Namun hal ini justru menjadi suatu ujian,
seberapa tenangnya anda bisa menghadapi tekanan. Yang dimaksud berpikir
dengan logis adalah mempertimbangkan masak-masak keuntungan dan kerugian dengan
perhitungan matematis. Gunakanlah perhitungan dan pertimbangan logis
tersebut untuk mengatasi rasa marah, benci, takut, atau harapan tinggi yang
ditimbulkan oleh emosi anda.
4.
Alihkan
pikiran anda
Ketika suatu masalah membuat beban emosi anda semakin berat,
cobalah untuk memikirkan hal-hal lain. Anda bisa mencoba berhitung dari 1
sampai 10, menyebutkan berbagai nama binatang yang anda ketahui, atau
mengingat-ingat cerita lucu yang pernah anda baca. Usahakan untuk tidak
memikirkan masalah yang menjadi sumber emosi sampai anda merasa lebih siap
untuk menghadapinya tanpa harus "meledak"
5.
Introspeksi
Selalu lakukan introspeksi. Tinjau lagi permasalahan
dari sudut pandang orang lain, sambil mencoba mengoreksi diri anda sendiri.
Jangan takut untuk mengakuinya ketika anda menyadari bahwa anda melakukan
suatu kesalahan, yang justru membuat anda merasa emosi. Jangan biarkan pride anda
menghalangi proses introspeksi, dan membuat emosi anda semakin tinggi.
6.
Menyepi
Ketika sedang berada di puncak emosi, cobalah untuk
menjauhkan diri dari orang lain. Ketika anda sedang mengalami kesedihan
hebat atau kemarahan yang berapi-api, jangan merasa segan untuk meminta izin
dari pekerjaan rutin anda. Cobalah untuk pergi ke luar kota, mengunjungi
orang tua anda, atau pergi sendirian ke tempat dengan suasana baru. Hal
ini terbukti sangat efektif untuk mengontrol dan mengendalikan emosi yang
terpendam dalam diri anda.
7.
Lakukan
kilas balik
Hampir sama seperti introspeksi, cobalah untuk mengenang
berbagai hal di masa lalu. Ingat-ingatlah saat di mana anda harus
mengambil keputusan penting, apa alasan anda mengambil keputusan tersebut, dan
bagaimana keputusan tersebut bisa membawa anda ke situasi saat ini.
Ketika melakukan kilas balik, cobalah untuk mengingat lagi mimpi-mimpi,
impian, dan prinsip yang anda pegang teguh. Hal-hal ini akan membuat anda
lebih termotivasi dan lebih mudah dalam mengontrol emosi.
8.
Membaca
Membaca bisa menjadi sebuah aktivitas yang efektif untuk
mengontrol emosi. Bacalah buku-buku yang bisa menenangkan diri anda atau
membuat anda melupakan permasalahan yang sedang anda hadapi. Buku
tersebut bisa berupa komik, kisah komedi, atau buku-buku motivasi yang membuat
anda bisa berpikir lebih tenang. Selain itu dengan membaca otak anda akan
lebih mudah untuk menyusun sudut pandang baru dalam melihat masalah yang saat
ini sedang anda hadapi.
9.
Ceritakan
masalah anda pada orang lain
Jangan memendam emosi yang meluap-luap sendirian.
Cobalah untuk menceritakan masalah yang anda hadapi pada orang-orang
terdekat yang anda percayai. Walaupun mungkin mereka tidak bisa
memberikan solusi, setidaknya beban berat yang anda pikul akan terasa lebih
ringan jika diceritakan pada orang lain. Jika perlu, gunakan jasa
psikolog atau psikiater untuk membantu anda memberi solusi dan terapi dari
sudut pandang profesional.
1. Biarkanlah berlalu
Cobalah untuk belajar membiarkan hal-hal tertentu lepas dari
hidup anda. Hal-hal yang bisa menimbulkan emosi anda, seperti rasa marah,
sedih dan cemas akan makin menjadi masalah apabila anda terus memikirkannya.
Hal-hal tersebut juga sebenarnya bisa pergi dari hidup anda dengan mudah,
namun anda sendirilah yang justru tidak rela untuk membiarkannya pergi dari
pikiran anda dan terus-terusan memikirkannya. Oleh karena itu,
ikhlaskanlah. Biarkanlah yang lalu menjadi masa lalu, dan fokuskan diri
anda untuk menghadapi masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar